Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Hubungan low back pain terhadap durasi duduk, posisi kerja, dan jenis kursi pada pekerja kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia wilayah Bali tahun 2023

Abstract

Background: Low back pain (LBP) have become a concern in office workers because of the unavoidable static sitting position at work. Several studies report that the incidence of low back pain in office workers can reach 52.8%. This study evaluate further about the relationship between low back pain with working position, sitting duration, and type of chair in office workers at the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia, Bali regional office.

Methods: This research is a descriptive study with cross-sectional design using the total-sampling method and involving 116 respondents.

Results: The results of this study indicated that the prevalence of low back pain cases in office employees of the Ministry of Law and Human Rights Bali Regional Office was 31.9%, with the highest cases occurring in the early adult age group (12%) and dominated by female gender (18.1%). Complaints of low back pain were most experienced by those whose body mass index status was included in the normal category (25%), worked for more than 8 hours per day (29.3%) and more than 5 working days (28.4) with a forward leaning sitting position (13.8%). Significant relationships were found between low back pain and sitting position (p=0.040), chair type (p=0.011), and working days (0.045).

Conclusion: There is a significant relationship between low back pain and sitting position, type of chair and working days in office workers of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia, Bali region

 

Latar Belakang: Low back pain (LBP) merupakan fenomena yang seringkali dijumpai pada pekerja kantor karena posisi duduk statis dalam bekerja yang tidak dapat terhindarkan. Beberapa penelitian melaporkan insiden low back pain pada pekerja kantoran dapat mencapai 52,8%. Penelitian meninjau lebih lanjut untuk mengetahui keterkaitan low back pain terhadap durasi duduk, posisi kerja, dan jenis kursi pada pekerja kantor Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia kantor wilayah Bali.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional dengan menggunakan metode total-sampling serta melibatkan 116 responden.

Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kasus low back pain pada pegawai Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia kantor wilayah Bali adalah 31.9%, dengan kasus tertinggi terjadi pada kelompok usia dewasa awal tahun (12%) dan didominasi oleh jenis kelamin perempuan (18,1%). Keluhan nyeri punggung bawah paling banyak dialami oleh yang status indeks massa tubuh termasuk dalam kategori normal (25%), bekerja selama lebih dari 8 jam per hari (29,3%) dan lebih dari 5 hari kerja (28,4) dengan sikap duduk condong ke depan (13,8%). Hubungan signifikan ditemukan antara low back pain dengan posisi duduk (p=0,040), jenis kursi (p=0,011), dan hari kerja (0,045).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara low back pain dengan posisi duduk, jenis kursi dan hari kerja pada pekerja kantor Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, wilayah Bali.

References

  1. Mastuti KA, Husain F. Gambaran Kejadian Low Back Pain pada Karyawan CV. Pacific Garment. J Ilmu Kesehat Mandira Cendikia. 2023;2(8):297–305.
  2. Ningsih RW, Hakim AA. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Low Back Pain Dan Upaya Penanganan Pada Pasien Ashuma Therapi Sidoarjo. J Kesehat Olahraga. 2022;10:75–84.
  3. Aprisandi A, Silaban G. Analisis faktor penyebab tingkatan gangguan Low Back Pain (LBP) pada pengrajin daun nipah di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Trop Public Heal J. 2023;3(1):1–7.
  4. Sahara R, Pristya TY. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Pekerja: Literature Review. J Ilm Kesehat. 2020;19(3):92–9. Available from: https://journals.stikim.ac.id/index.php/jikes/article/download/585/499/
  5. Noli FJ, Sumampouw OJ, Ratag BT. Usia, Masa Kerja Dan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Buruh Pabrik Tahu. Indones J Public Heal Community Med. 2021;2:15–21.
  6. Siregar SD, Manalu P, Ginting R, Hulu VT, Siallagan JCP. Complaints of Low Back Pain in Tailors. Kemas. 2023;18(3):437–45.
  7. Irawan H, Fitriangga A, Raharjo W. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain (LBP) pada pekerja bagian repair core PT. X. J Cerebellum. 2022;8(2):23–30.
  8. Novitasari DD, Sadeli HA, Soenggono A, Sofiatin Y, Sukandar H, Roesli RMA. Prevalence and Characteristics of Low Back Pain among Productive Age Population in Jatinangor. Althea Med J. 2016;3(3):469–76.
  9. Nastiti RR, Rahayu BU. Physiotherapy Strategy for Patient With Herniated. Physiother Dep Fac Heal Sci Muhammadiyah Surakarta Univ *Corresponding. 2021;352–7.
  10. Aulia AR, Wahyuni I, Jayanti S. Hubungan Durasi Kerja, Masa Kerja, dan Postur Kerja dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Batik Tulis di Kampung Batik Kauman Kota Pekalongan. Media Kesehat Masy Indones. 2023;22(2):120–4.
  11. Murnion BP. Neuropathic pain: Current definition and review of drug treatment. Aust Prescr. 2018;41(3):60–3.
  12. Vismara L, Francesco M, Zaina F, Galli M, Negrini S, Capodaglio P. Effect of obesity and low back pain on spinalmobility. J Neuroeng Rehabil. 2010;3(7):1–8.
  13. Prayogo D, Sutikno S. Pencegahan Terjadinya Low Back Pain (Lbp) Terkait Duduk Yang Benar Pada Mahasiswa Stikes Suaka Insan Banjarmasin. J Suaka Insa Mengabdi. 2022;3(2):56–63.
  14. Putra I, Wayan Rusni N, Made Hegard Sukmawati N. Hubungan Sikap Kerja dengan Low Back Pain (LBP) pada Pegawai Bank X di Kabupaten Gianyar. Aesculapius Med J. 2022;2(2):82–90.
  15. Milenia N. Pengaruh Posisi Duduk Terhadap Keluhan Low Back Pain Pada Mahasiswa Universitas Yarsi Angkatan 2018. J Ilm Mhs Kedokt Indones. 2022;10(1):11–21. Available from: https://bapin-ismki.e-journal.id/jimki/article/view/510
  16. Simanjuntak EYB, Silitonga E, Aryani N. Latihan Fisik dalam Upaya Pencegahan Low Back Pain (LBP). J Abdidas. 2020;1(3):119–24.
  17. Williams JS, Ng N, Peltzer K, Yawson A, Biritwum R, Maximova T, et al. Risk factors and disability associated with low back pain in older adults in low- and middle-income countries. Results from the WHO study on global AGEing and adult health (SAGE). PLoS One. 2015;10(6):1–21.
  18. umbara jira. HUBUNGAN DESAIN KURSI DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG PADA PENJAHIT DI PASAR MINGGU KOTA BENGKULU. 2021;
  19. Morris LD, Daniels KJ, Ganguli B, Louw QA. An update on the prevalence of low back pain in Africa: a systematic review and meta-analyses. BMC Musculoskelet Disord. 2018;19(1):1–15.
  20. Joewono M, Karmaya INM, Wirata G, Yuliana, Widianti IGA, Wardana ING. Drawing method can improve musculoskeletal anatomy comprehension in medical faculty student. Anat Cell Biol. 2018;51(1):14–8.
  21. Wirata G, Santoso PNC, Dewantari PAU. Microstructural aspect of pineal body: pinealocytes population. Intisari Sains Medis. 2018;9(1):25–30.
  22. Nurul Fajar H, Mulyani Program Studi SD, dan Kesehatan Kerja K, Vokasi S, Sebelas Maret U. Hubungan Postur Kerja Terhadap Keluhan Low Back Pain Pemetik Teh PT Perkebunan Tambi Wonosobo. J Appl Agric. 2023;02(01):15–21.

How to Cite

Mahendrayana, G. P. A., Karmaya, I. N. M. ., Yuliana, & Wirata, G. (2024). Hubungan low back pain terhadap durasi duduk, posisi kerja, dan jenis kursi pada pekerja kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia wilayah Bali tahun 2023. Medicina, 55(1), 30–34. https://doi.org/10.15562/medicina.v55i1.1295

HTML
187

Total
63

Share

Search Panel